APA ITU HIRAGANA, KATAKANA DAN KANJI DALAM BAHASA JEPANG??

20.56 |

Huruf dalam Bahasa Jepang memang tidak sesederhana Huruf dalam Bahasa Indonesia yang hanya memiliki 26 hururf, Bahasa Jepang terdiri dari huruf Hiragana, huruf Katakana, dan Kanji.

HIRAGANA

Hiragana sendiri mempunyai 46 karakter yang mewakili 46 bunyi yang berbeda. Dalam pemakaiannya, Hiragana dipakai untuk menyatakan elemen tatabahasa seperti partikel dan akhiran kata sifat dan kata kerja yang menunjukkan tatabahasa. Sedangkan Kanji lebih menyatakan elemen yang memiliki arti seperti kata benda, kata-kata sifat dan kata kerja.

Hiragana adalah salah satu daripada tiga cara penulisan dalam bahasa Jepang. Hiragana adalah salah satu cara penulisan bahasa jepang yang mewakili sebutan suku kata. Pada masa silam, ia juga dikenali sebagai "Onna de" atau "tulisan wanita" karena biasa digunakan oleh kaum wanita. Kaum lelaki pada masa itu menulis menggunakan tulisan Kanji dan Katakana.
Berdasarkan sejarah, hiragana mulai digunakan secara luas pada abad ke-10 Masehi. Huruf Hiragana terbentuk dari garis-garis dan coretan-coretan yang melengkung (Kyokusenteki). Huruf Hiragana yang digunakan  sekarang adalah bentuk huruf yang dipilih dari Soogana yang ditetapkan berdasarkan Petunjuk Departemen Pendidikan Jepang tahun 1900.

Sampai sekarang belum ada pendapat yang pasti mengenai pencipta huruf Hiragana. Hal ini dijelaskan oleh Sada Chiaki dalam bukunya yang berjudul Atarashi Kokugogaku bahwa ada pendapat yang menjelaskan pembuat huruf Hiragana adalah Kooboo Daishi.

Tetapi pendapat ini tidak beralasan karena huruf Hiragana tidak dapat dibuat oleh satu orang dalam satu kurun waktu tertentu. Hiragana digunakan untuk menulis kata-kata bahasa Jepang asli atau menggantikan tulisan Kanji, menulis partikel dan kata bantu serta kata kerja.

Berikut ini adalah tabel Huruf Hiragana : 



KATAKANA

Huruf Katakana biasa dipakai untuk menulis kata serapan dari bahasa asing. Sebagaimana dalam alfabet, huruf Katakana dan Hiragana hanya mewakili satu bunyi tanpa arti. Walaupun kalimat dalam bahasa Jepang terdiri dari Hiragana, Katakana, dan Kanji. Tetapi bisa juga hanya ditulis dalam Hiragana dan Katakana.

Katakana adalah salah satu dari tiga cara penulisan dalam bahasa Jepang. Katakana digunakan untuk menulis kata-kata serapan dalam bahasa Jepang, bahasa asing, nama binatang, nama orang asing, nama tumbuhan dan kota-kota luar negeri dari Jepang.

Dalam ilmu Fonologi, Katakana biasa digunakan utnuk penulisan lambang bunyi atau pengucapan. Katakana digunakan untuk menulis bahasa rahasia (Ingo) dan bahasa slang (Zokugo). Selain itu, huruf Katakana sering digunakan pada surat-surat atau buku-buku yang berhubungan dengan perusahaan atau pekantoran. Dengan demikian, Katakana juga bisa digunakan utnuk menuliskan kata-kata yang sebenarnya bisa dituliskan dengan Hiragana atau Kanji.

Katakana melambangkan suara-suara yang sama dengan hiragana, namun tentu saja semua hurufnya berbeda. Kalau dipikir-pikir, ini tidaklah aneh karena di bahasa Indonesia jiga terdapat dua jenis huruf yaitu huruf besar dan huruf kecil yang sebetulnya melambangkan suara yang sama.

Berikut ini adalah tabel Huruf Katakana :




MENGENAL HURUF KANJI

Kanji (漢字) secara harfiah berarti "aksara dari Han Republik Rakyat Cina" adalah aksara Tionghoa yang digunakan dalam bahasa Jepang. Kanji adalah satu dari empat set aksara yang digunakan dalam tulisan modern Jepang selain Kana (Katakana dan Hiragana) dan romajil. Kanji dulunya juga disebut mana (真名) atau shinji (真字) untuk membedakannya dari Kana. Aksara Kanji dipakai untuk melambangkan konsep atau ide (kata benda, akar kata kerja, akar kata sifat, dan kata keterangan). Sementara itu, Hiragana (zaman dulu katakana) umumnya dipakai sebagai Okurigana untuk menuliskan infleksi kata kerja dan kata-kata yang akar  katanya ditulis dengan Kanji, atau kata-kata asli bahasa Jepang. Selain itu, hiragana dipakai menulis kata-kata yang sulit ditulis dalam aksara Kanji. Kecuali kata pungut, aksara kanji dipakai untuk menulis semau kosakata yang berasal dari bahasa Tionghoa maupun bahasa Jepang.

SEJARAH

Secara resmi, aksara Tionghoa pertama kali dikenal di Jepang lewat barang-barang yang di import dari Tiongkok melalui Semenanjung Korea pada abad ke-5 Masehi. Sejak itu pula, akasara Tionghoa banyak dipakai untuk menulis di Jepang, termasuk untuk prasasti dari batu dan barang-barang lain.

Sebelumnya di awal abad ke-3 Masehi, dua orang bernama Achiki dan Wani datang dari Baekje di masa pemerintahan Kaisar Ojin. Keduanya konon menjadi pengajar aksara Tionghoa bagi putra Kaisar. Wani membawa buku Analek karya Kong Hu Cu dan buku pelajaran menulis aksara Tionghoa utnuk anak-anak dengan judul Seribu Karakter Klasik. Walaupun demikian, orang Jepang mungkin sudah mengenal aksara Tionghoa sejak abad ke-1 Masehi. Di Kyushu ditemukan stempel emas asal tahun 57 Masehi yang diterima sebagai hadiah dari Tiongkok untuk raja negeri Wa (Jepang).

Dokumen tertua yang di tulis di Jepang menurut perkiraan ditulis keturunan imigran dari Tiongkok. Istana mempekerjakan keturunan imigran dari Tiongkok bekerja di istana sebagai juru tulis. Mereka menuliskan bahasa Jepang kuno yang disebut Yamato Kotoba dalam aksara Tionghoa. Selain itu, mereka juga menuliskan berbagai peristiwa dan kejadian penting. Sebelum aksara kanji dikenal orang Jepang, bahasa Jepang berkembang tanpa bentuk tertulis. Pada awalnya, dokumen bahasa Jepang ditulis dalam bahasa Tionghoa dan dilafalkan menurut cara membaca bahasa Tionghoa. Sistem Kanbun (漢文) merupakan cara penulisan bahasa Jepang menurut bahasa Tionghoa yang dilengkapi tanda diakritik. Sewaktu dibaca, tanda diaktrik membantu penutur bahasa Jepang mengubah susunan kata-kata, menambah partikel, dan infleksi sesuai aturan tata bahasa Jepang.

Selanjutnya berkembang sistem penulisan Man'yogana yang memakai akasar Tionghoa utnuk melambangkan bunyi bahasa Jepang. Sistem ini dipakai dalam antologi puisi klasik Man'yoshu. Sewaktu menulis Man'yogana, aksara Tionghoa ditulis dalam bentuk kursif agar menghemat waktu. Hasilnya adalah hiragana yang merupakan bentuk sederhana dari Man'yogana. Hiragana menjadi sistem penulisan yang mudah dikuasai wanita. Kesusastraan zaman Heian diwarnai karya-karya besar sastrawan wanita yang menulis dalam hiragana. Sementara itu, katakana diciptakan oleh biksu yang hanya mengambil sebagian kecil coretan dari sebagian karakter kanji yang dipakai dalam Man'yogana.

CARA PENGUCAPAN

Satu aksara kanji bisa memiliki cara membaca yang berbeda-beda. Selain itu tidak jarang, satu bunyi bisa dilambangkan oleh aksara kanji yang berbeda-beda. Aksara kanji memiliki dua cara pengucapan, ucapan Tionghoa (on'yomi) dan ucapan Jepang (kun'yomi).


  • Ucapan Tionghoa (on'yomi)
On'yomi (音読み) atau ucapan Cina adalah cara membaca aksara kanji mengikuti cara membaca orang Cina sewaktu karakter tersebut diperkenalkan di Jepang. Pengucapan karakter kanji menurut bunyi bahasa Tionghoa bergantung kepada zaman ketika karakter tersebut diperkenalkan di Jepang. Akibatnya, sebagian besar karakter kanji memiliki lebih dari satu on'yomi. Kanji juga dikenal orang Jepang secara bertahap dan tidak langsung dilakukan pembakuan.
On'yomi dibagi menjadi 4 jenis :
  •  Go-on (呉音, "ucapan Wu") adalah cara pengucapan dari daerah Wu di bagian selatan zaman Enam Diansti Tiongkok. Walaupun tidak pernah ditemukan bukti-bukti, ucapan Wu diperkirakan dibawa masuk ke Jepang melalui Semenanjung Korea dari abad le-5 hingga abad ke-6. Ucapan Wu diperkirakan berasal dari cara membaca literatur agama Buddha yang diwariskan secara turun temurun sebelum diketahui cara membaca Kan-on (ucapan hari). Semuanya cara penguacapan sebelum Kan-on digolongkan sebagai Go-on walaupun mungkin saja berbeda zaman dan asal-usulnya bukan dari daerah Wu.
  • Kan-on (漢音, "ucapan Hari") adalah cara pengucapan seperti dipelajari dari zaman Nara hingga zaman Heian oleh utusan Jepang ke Dinasti Tang dan biksu yang belajar ke Tiongkok. Secara khusus, cara pengucapan yag ditiru adalah cara pengucapan orang Chang'an.
  • To-on (唐音, "ucapan Tang") adalah cara pengucapan karakter seperti dipelajari oleh biksu Zen antara zaman Kamakura dan zama Muromachi yang belajar ke Dinasti Song, dan perdagangan dengan Tiongkok.
  • Kan'yo-on (慣用音, " ucapan Populer") adalah cara pengucapan on'yomi yang salah (tidak ada dalam bahasa Tionghoa), tapi telah diterima sebagai kelaziman. 

  • Ucapan Jepang (kun'yomi)
Kun'yomi (訓読み) atau ucapan Jepang adalah cara pngucapan kata asli bahasa Jepang untuk karakter Kanji yang artinya sama atau paling mendekati. Kanji tidak diucapkan menurut pengucapan orang Cina, mealinkan menurut pengucapan orang Jepang. Bila karakter kanji dipakai untuk menuliskan kata asli bahasa Jepang, Okurigana sering perlu ditulis mengikuti karakter tersebut.
Seperti halnya, On'yomi sebuah karakter kadang-kadang memiliki beberapa Kun'yomi yang bisa dibedakan berdasarkan konteks dan okurigana yang mengikutinya. Beberapa karakter yang berbeda-beda sering juga memiliki kun'yomi yang sama, namun artinya berbeda-beda. Selain itu, tidak semua karakter memiliki kun'yomi.
Kata "Kun" dalam kun'yomi berasal kata "kunko" (訓詁 ?) (pinyin: Xungu) yang berarti penafsiran kata demi kata dari bahasa kuno atau dialek dengan bahasa modern. Aksara Tionghoa adalah aksara asing bagi orang Jepang, sehingga kunko berarti penerjemahan akasara Tionghoa ke dalam bahasa Jepang. Arti Kanji dalam bahasa Tionghoa dicarikan padanannya dengan kosakata asali bahasa Jepang.
Sebagai aksara asing, aksara Tionghoa tidak dapat diterjemahkan semuanya ke dalam bahasa Jepang. Akibatnya, sebuah karakter kanji mulanya dipakai untuk melambangkan beberapa kun'yomi. Pada masa itu, orang Jepang mulai sering membaca tulisan bahasa Tionghoa (kanbun) dengan cara membaca bahasa Jepang. Sebagai usaha melakukan cara membaca kanji, satu karakter ditetapkan hanya memiliki satu cara pengucapan Jepang (kun'yomi). Pembakuan ini merupakan dasar bagi tulisan campuran Jepang dan Tionghoa (wa-kan konkobun) yang merupakan cikal bakal bahasa Jepang modern.
Kokkun

Kokkun (国訓) adalah karakter kanji yang mendapat arti baru yang sama sekali berbeda dari arti semua karakter tersebut dalam bahasa Tionghoa, misalnya :

  • 沖 chu, okitsu, oki (jauh di laut, lepas pantai; pinyin: chong, membilas; chong, kuat).
  • 椿 tsubaki (Kamelia; pinyin: chun, Ailanthus).
Jubakoyomi dan yutoyomi

Gabungan dua karakter sering tidak mengikuti cara membaca on'yomi dan kun'yomi melainkan campuran keduanya yang disebut jubakoyomi (重箱読み). Karakter pertama dibaca menurut on'yomi dan karakter kedua menurut kun'yomi, misalnya :
  • 重箱 (jubako)
  • 音読み (on'yomi)
  • 台所 (daidokoro)
  • 役場 (yakuba)
  • 試合 (shiai)
  • 団子 (dango)
Sebalikanya dalam yutoyomi (湯桶読み), karakter pertama dibaca menurut kun'yomi dan karakter kedua menurut on'yomi, misalnya :
  • 湯桶 (yuto)
  • 合図 (aizu)
  • 雨具 (amagu)
  • 手帳 (techo)
  • 鶏肉 (toriniku)
KARAKTER BUATAN JEPANG

Kokuji (国字 ,aksara nasional) atau wasei kanji (和製漢字, kanji buatan Jepang) adalah karakter kanji yang asli dibuat di Jepang dan tidak berasal dari Tiongkok. Kokuji sering hanya memiliki cara pembacaan kun'yomi dan tidak memiliki on'yomi, misalnya :
  • 峠 (tōge) : lintasan pegunungan
  • 榊 (sakaki) : pohon sakaki (Cleyera japonica)
  • 畑 (hatake, hata) : ladang, perkebunan
  •   (tsuji) : sudut jalan, penempatan jalan
  • 腺 (sen) : kelenjar
  • 働 (hatara(ku) : on'yomi : do) : bekerja.
Beberapa kokuji dipungut oleh bahasa Tionghoa, misalnya : 腺 (xian).

DAFTAR KANJI

Pemerintah Jepang mengeluarkan daftar aksara kanji yang disebut Toyo kanji (当用漢字表, karakter masa kini) pada 16 November 1946 yang seluruhnya berjumlah 1.850 karakter. Daftar ini memuat aksara kanji yang telah disederhanakan atau shinjitai (新字体, karakter bentuk baru). Sebaliknya, akasara kanji yang belum disederhanakan disebut kyujitai (旧字体).
Daftar Toyo kanji digantikan dengan daftar Joyo kanji (常用漢字) berisi 1.945 karakter yang dikeluarkan Kementrian Pendidikan Jepang pada 10 oktober 1981. Hingga sebelum akhir Perang Dunia II, Kementrian Pendidikan sudah 4 kali mengeluarkan daftar Joyo kanji (1923, 1931, 1942, dan 1945).
Kementrian Pendidikan juga memiliki daftar kyoiko kanji (教育漢字, kanji pendidikan) yang diambil dari daftar Joyo kanji. Daftar ini berisi 1.006 karakter untuk dipelajari anak sekolah dasar di Jepang. Selain itu, pemerintah Jepang mengeluarkan daftar jinmeiyo kanji (人名用漢字, kanji nama orang) yang dipakai untuk menulis nama orang.Hingga 27 September 2004, daftar jinmeiyo kanji berisi 2.928 karakter (daftar Joyo kanji ditambah 983 kanji nama orang)

KANJI BERASAL DARI GAMBAR

Cara termudah untuk mempelajari kanji adalah dengan mengingat bahwa kanji sebetulnya berasal dari gambar yang dibuat tulisan. Perhatikan gambar-gambar berikut :
  • Kanji 1


  • Kanji 2

  • Kanji 3

  • Kanji 4



Demikian lah Pengetahuan yang saya share kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Penulis By: Team Limited Edition


 


 

12 komentar:

Ryano Azumi Kunnichiwa Kunnichiwa mengatakan...

Wahh.. keren ni artikel'a lengkap bener.. hehe
sangat bermanfaat bagi saya

jangan lupa berkunjung balik ya di blog saya
http://ikubarunovryan.blogspot.com/

makasih

Limited Edition mengatakan...

Terima kasih. Arigatougozaimasu :D

Pasti kami akan mengunjungi Blog anda :D

Joshua mengatakan...

boleh gak katakan dan hiragana nulisnya bersamaan dalam satu kata...? misalnya "monogatari" itu kan kanjinya susah, nah trus "mono" pake hiragana, trus "gatari" pake katakana. dicampur boleh ga...? mohon bimbingannya sensei...

Limited Edition mengatakan...

@Joshua : benarnya sih monogatari tulis pakai kanji 物語.. tapi satu kata tulis pake hiragana n katakan bisa aja, katakana buat penegasan

lpsp mengatakan...

makasih banyak gan ilmunya .. sukses selalu

M Ainurrifqi Zidan mengatakan...

Arigatougozaimasu...
mau tanya nih : Kanji tu klo bahasa Inggris apa??

Limited Edition mengatakan...

Setahu saya kalo kanji bahasa inggrisnya adalah "Chinese Characters", kenapa? Karena kanji itu kan kaligrafi jepang yg sederhana dan tidak serumit kaligrafi china. Untuk bentuknya hampir memiliki kesamaan dengan kaligrafi china. Itu pendapat saya :-)

arifman zai mengatakan...

keren, terimakasih atas blog ini, skng saya makin bisa bahasa jepang. good

eko satria mengatakan...

saya mau tanya, yg diatas tsbut contoh tulisan/kata* dari tulisan hiragana dan katakan, na untuk tulisan kanji nya mana sensei?
saya mau tanya juga, kalau kita ingin belajar bahsa jepang, pakai tulisan yg mna?
kanji?
hiragana?
atau katakan?

Limited Edition mengatakan...

@arifman zai: oke, belajar terus supaya pandai :D

@eko satria: untuk tulisan kanji bisa dilihat di gambar, karna kanji itu berbeda dari hiragana/katakana yang ada huruf pastinya/aslinya. Untuk pemula biasanya belajar menggunakan hiragana dan katakana dan kalo sudah mahir dan bisa baru kanji. Urutannya adalah Hiragana --> Katakana --> Kanji.

Ahmad Tasdik mengatakan...

Gamsahamnida/arigatoghozaima
go mawoyo
seonggong

Dunia-Artikelku mengatakan...

wah, menarik sekali artikelnya mas.
sungguh lengkap dan membantu ane membedakan hiragana dan kanji.
mampir ya! http://www.dunia-artikelku.com

Poskan Komentar

..::Silahkan beri komentar pada setiap postingan yang kami post::..
jangan memberikan komentar sara, pornografi, kata-kata kasar, menghina atau mengejek dan mencela pihak lain atau pihak kami, karena kami tidak akan menampilkan atau mengijinkan komentar tersebut.
Terima Kasih By Limited Edition Group !!!